bertemanlah karena ingin bukan karena harus..
ya, kenapa judulnya begitu? ya karena saya mau judulnya
seperti itu.
dalam hidup menurut saya pertemanan itu penting, ya
mungkin ga semua orang sependapat sama saya tapi saya tetap berpendapat
demikian. hidup kan pilihan.
dinamika pertemanan dalam hidup ini membuat saya sok
mikir akhirnya banyak hal membuat saya bingung, ya bingung.
jadi gini, *ehem* banyak teman-teman disekitar saya yang
lucu dalam berteman. Hahaha :D *abaikan
oke ini serius..
contohnya ya ada teman saya, sebut saja namanya si A, si
B dan si C.
mereka berteman kompak, banget.. diluar.
ya mereka sangat kompak sampe-sampe banyak yang salah
paham kalau mereka itu adalah dulunya kembar siam yang sudah operasi, karena
mereka tak terpisahkan. alias nih ya kemana-mana selalu bareng. kuliah bareng,
cari makan sama-sama, cuma pacaran aja yang beda (iyalah, maksud loe..?!). ya
beda, salah satu dari mereka adalah tuna asmara.
ya salah satu dari mereka satu spesies dengan saya,
jomblo maksudnya.
kenapa saya bahas mereka? emang ada apa sama mereka?
IYA. ADA YANG ANEH, kawan. *musik serem*
pertemanan mereka, kekompakan palsu mereka itu.
kenapa saya bilang seperti itu?
karena setiap ketemu mereka (dalam hal ini ketika mereka
terpisah-pisah, ya adalah kesempatan langka ketika mereka tercerai-berai
seperti itu) pasti selalu laporan ke saya. contohnya gini saat saya ketemu si
A, maka si A akan “melaporkan” tentang si B dan C (padahal saya gak nanya loh
ya), begitu juga kalau ketemu si B, dia juga akan “curcol” tentang si A dan C,
begitu juga si C. dan mereka semua membawa berita buruk. -_-“
mungkin mereka mengira saya adalah salah satu kru SILET atau CEK&RICEK atau Hot Shot atau Fokus Selebriti atau malah Masih Dunia Lain dan berharap laporan mereka ditayangkan di salah satu stasiun tv kesayangan anda.
mungkin mereka mengira saya adalah salah satu kru SILET atau CEK&RICEK atau Hot Shot atau Fokus Selebriti atau malah Masih Dunia Lain dan berharap laporan mereka ditayangkan di salah satu stasiun tv kesayangan anda.
saya sih gak keberatan awalnya, karena saya pikir semua
orang pasti punya uneg-uneg dalam
hidup ini apalagi ke temen. *kemudian telpon Mas Uya*
tapi saya jenuh juga, akhirnya.
iya, aneh aja... aneh sekali malah, selalu ngejelekin
temen sendiri tapi pas di depen si temen itu mereka masing-masing “memalsukan”
diri pada pakek topeng gitu deh, mirip iklan rokok itu loh.
bahkan ni ya, mereka pernah “membocorkan” rahasia temen
mereka sendiri ke saya. aduh, padahal masalah yang cukup pribadi guys. intinya
mereka menjadikan saya sebagai TPA (Tempat Pembuangan Akhir). sungguh togenya,
togenya... (duet gandeng Meggy Z)
saya bingung, saya jenuh, saya juga emosi..
kenapa harus berteman kaya gitu sih? saya berkali-kali uda
bilang ke masing-masing dari mereka kalau mereka harusnya jujur aja kalau emang
nggak nyaman berteman satu-sama lain, ya kalaupun ada hal yang ga disukain ya disampe’in
langsung ke orangnya, temen sendiri juga. kan manusia nggak bisa baca pikiran,
itu gunanya mulut supaya kita bisa nyampein apa yang ada di otak sama di hati.
hah, ngetik apa saya ini. #bijak #kesambet
saya uda berusaha ngasih mereka pemahaman kayak judul
diatas itu.
ya kalo emang kita nggak pengen berteman ya jangan. ya
jangan daripada malah bikin dosa. kan gosip itu dosa, dan buat saya berdosa
juga sih kan jadi ikutan gosip. -_-“ #biasa #cewe
ya saya juga nggak nyuruh mereka musuhan, jangan sampe malah.
tapi kalo emang nggak nyaman berteman kayak gitu mending jadiin temen biasa aja
atau sekadar kawan. daripada sok kompak gitu padahal saling ngebusukkin satu
sama lain. kan pret banget.
memaksakan diri untuk menjalani hubungan yang gak bikin nyaman dihati kan eneg. *uhuk* mirip sih kayak pacaran tapi penghuni hati malah bukan do’i, kan kesian hati. *kemudian mendadak jumlah jomblo bertambah* hahaha *ketawa bahagia*
oke, lanjut...
oiya satu lagi guys TPA mereka ternyata bukan hanya saya
satu-satunya, ternyata bukan hanya saya.. *sukuran* #eh
iya, jadi kemaren saya main gabung sama temen-temen cewe
yang lain yang lagi bahas mereka dan ternyata mereka juga dijadikan TPA. parah
bah..! saya cuma bisa terdiam, amazing-nya pertemanan mereka. *bakar menyan*
untuk membuka semangat baru 2013 sayapun pensiun sebagai
TPA para jeng-jeng arisan itu, setiap
mereka mau laporan saya selalu bilang kalimat ampuh saya.
“udahlah, bahas yang lain ya..”
“udahlah, bahas yang lain ya..”
begitulah~
*merangkai 2013*
*merangkai 2013*
ya itulah salah satu contoh pertemanan yang nggak patut
dicontoh guys.
saya sendiri selalu berprinsip gini.. saya berteman karena
saya ingin bukan karena harus. Bukan
terpaksa.
oiya, saya juga bedain antara teman sama kawan.
kalau teman itu menurut saya lebih dekat gak cuma sekadar
berkawan.
kawan, ya contohnya kenal karena ada mata kuliah umum
yang sama dan komunikasi cuma sebatas berhubungan ama makul itu. ya itu kawan.
kita boleh berkawan sama siapa aja
ya mengenal banyak orang itu baik.
tapi berteman? menurut saya kita harus memilih. dalam hal
ini bukan memilih karena “hal-hal tertentu” ya guys, contohnya kita berteman
karena dia tajir, cantik, berkelas, atau apalah. Pfth!
tapi kalau saya sih lebih ke karakter dan kenyamanan saya
berkomunikasi sama dia.
nggak boleh milih-milih berteman. menurut saya justru
enggak.
banyak orang sering “terjatuh” ya berasal dari salah
pergaulan, so menurut saya kita harus memilih.
sekian dulu lah ya~ be real friend guys~
J

No comments:
Post a Comment