kadang sewaktu kita begitu bahagia dan kita ingin menunjukkannya ke semua orang, tapi kadang sekeliling kita nggak begitu peduli yaa..
kadang sewaktu kita begitu merasakan sedih, pedih dan perih datang disaat bersamaan dan ketika kita butuh sandaran.. ternyata nggak ada yang bisa dan bersedia yaa..
sewaktu aku merasakan sedih aku sering memalsukan senyumku, kamu juga pasti.
tapi coba lihat mataku, sedih itu, dia disana.
sewaktu aku tertawa, kadang itu bukan karena aku bahagia, itu karena aku sedang berusaha mengusir sedih itu.
aku palsu? semua pernah dan akan melakukannya dalam hidup.
berpura-pura? manusia pada dasarnya makhluk yang sangat ahli ber-acting.
sewaktu aku memilih, sejujurnya keraguan itu tetap ada.
sewaktu aku bertahan sejujurnya pikiran untuk pergi atau berhenti itu tetap ada.
dan sewaktu aku melepas seseorang atau mungkin lebih, mereka yang aku sayang.. aku sebenarnya nggak pernah benar-benar bisa melepasnya. aku masih peduli tentangnya, tentang mereka.
sewaktu aku diam, sejujurnya banyak kata yang ingin kuungkapkan.
sewaktu aku banyak bicara, sejujurnya tetap ada keinginanku untuk diam.
sewaktu aku memalingkan muka sejujurnya aku penasaran dengan apa yang kuhindari.
sewaktu nanti aku akan mengenang semua sewaktu yang pernah kujalani.
sewaktu nanti aku akan memilih sewaktu yang aku punya saat ini.
dan aku membiarkan semua sewaktu itu tetap berjalan adanya. aku memang harus melaluinya, merasakan semua rasa yang dia tawarkan, menikamti semuanya walau kadang sulit untuk kuterima..
tapi se-waktu sendirilah yang akan menjawab kenapa aku harus menemukannya di perjalananku.
sewaktu?
iya.
se-wak-tu.
No comments:
Post a Comment