tak ada manusia yang sempurna dapatkah kamu te-ri-ma?
tiba-tiba kalimat diatas nongkrong dipikiranku.
ya dari masalah pertemanan yang baru kualami, akhirnya pikiranku buntu di kalimat diatas.
dan masih sampai saat ini, ketika jari-jariku mengetik huruf-huruf ini.
setiap orang pernah salah, termasuk dia.. si orang baru dalam hidupku itu.
aku tak habis pikir kenapa dia bisa berbuat seperti ini.
dan akupun salah karena aku meragukan dia yang satunya lagi, teman lamaku itu.
lalu?
buntu.
sampai detik ini aku masih mendiamkan diriku dari dia, dan dia.
dan mungkin yang terakhir bukan aku yang mendiamkan, tapi sebaliknya.
forgiveness
mungkin aku harus belajar dulu memafkan yang benar-benar memaafkan baru kemudian pantas untuk meminta maaf.
tapi sayangnya aku masih belum benar-benar bisa, aku masih belajar.
sekarang, aku mau menghentikan cerita dulu.
bisa?
biarkan aku sibuk merenungi dulu semua apa yang terjadi.
lalu?
mungkin aku akan bisa menerima semuanya.
dan mungkin dia juga bisa menerima keputusanku.
dan dia, kuharap dia bisa menerima maafku.
No comments:
Post a Comment